Jurnal Analisa Perpanjangan Perawatan Alat Berat Pada PT. X

Jurnal Tugas Akhir

Analisa  Perpanjangan Perawatan Alat Berat Pada PT. X

Unit OHT 775F S/N DLS00983

Pramono Adi dan Ir Rudi Yulianto M. T

201271015E001

Mesin Industri Jurusan Teknik Mesin FakultasTeknologi Industri

Universitas Jayabaya

(Untuk file lengkap https://www.4shared.com/s/f6WCNL1IKiq )


Abstract

 

Salah satu faktor utama untuk yang mempengaruhi kesiapan alat adalah perawatan berkala. Perawatan berkala dapat meningkatkan kesiapan alat yang mengakibatkan utilisasi dari alat akan tinggi. Dengan melakukan perawatan berkala perencanaan untuk pengaturan biaya dapat diperkirakan seoptimal mungkin .Makalah ini bertujuan untuk menganalisa dari kerugian perawatan yang diperpanjangan yang mengakibatkan tidak bisa beroperasi dan kerusakan pada unit. Metologi yang digunakan adalah dengan melakukan studi literature dan pengujian efesiensi pengambilan produksi

Abstract

 

One factor of the avalability is maintenance interval. Maintenance interval can increased avalability of machine than make utility of machine increased. With the maintence interval planning to cost of the maintenance could be optimal. The purpose of This jurnal  to analize the lost of the maintence caused is extended maintence  and the result machine can’t operation dan broken at the system of machine. Metologi to study is from literature and experiment effesiensi of production

 


.I. Pendahuluan

1.1 Latar belakang

Pada perawatan alat berat  terdapat element dasar dari menejemen perawatan adalah perawatan berkala atau yang juga biasa disebut sebagai preventive maintenance disingkat menjadi PM. Preventive Maintenance adalah perawatan minimum yang dilaksanakan berkala secara tepat waktu. Berkala artinya dilakukan secara rutin dalam selang waktu tertentu dan tepat waktu artinya dilakukan tepat sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Tujuan dilaksanakannya PM ini adalah untuk mencegah timbulnya kerusakan pada system atau komponen pendukung system dengan cara melakukan perbaikan atau penggantian tepat waktu. Tentu bisa dimengerti apabila tiap komponen dalam system memiliki usia kerja yang terbatas.

    Off High Truck 775F adalah sebuah alat angkut yang digunakan didaerah pertambangan untuk membawa material dari tempat loading ke tempat yang telah ditentukan (dalam hal ini crusher) dengan Kapasitas 60 tons, Off High Truck biasa disebut sebagai dump truck, tiap machine ini mempunyai cara perawatan yang berbeda dan tiap perawatan merujuk pada manual maintenance book, merujuk pada manual maintenance book bahwa jam operasi  yang telah lewat dari 7500 jam diharuskan dilakukakan rebuild/install reman ,untuk unit OHT 775F ini terjadi perpanjangan perawatan 2000 jam sehingga terjadi kerusakan yang mengakibatkan engine menjadi tidak bisa beroperasi selama kurang lebih enam bulan.

 

I.2 Rumusan Masalah

Tujuan     Pentingnya pemeliharaan preventive alat Off Highway Truck model 775F  di PT X yang sekarang telah beroperasi 15750 jam. Untuk mengetahui tingkat kerugian yang diakibatkan unit dilakukan perpanjangan perawatan yang mengakibatkan unit tidak bisa beroperasi

I.3  Tujuan

Tujuan penelitian ini antara lain:

1.    Mengetahui seberapa besar tingkat kerusakan dan kesiapan unit

2.    Mengetahui titik impas dari unit tersebut.

3.    Mengetahui besar kerugian dari unit karena    dilakukan perpanjangan perawatan

 

 

 1.4 Batasan Masalah

Pembahasan masalah dibatasi dalam beberapa masalah sebagai berikut:

·         Biaya perawatan secara periodik dan biaya breakdown sebelum perawatan besar atau overhaul tidak dibahas

·         Unit hanya berkisar pada OHT 775F dengan S/N DSL00983 yang berkapasitas 60 tons.

·         Data-data yang diambil adalah data history dan perhitungan sesuai dengan literature

·         Tidak membahas sebab akibat secara lebih detail dari kerusakan unit tersebut

·         Parameter kinerja yang dibahas dalam penelitian tugas akhir ini adalah:

a.       Waktu breakdown

b.      Produksi yang dihasilkan

c.       Biaya-biaya produksi

d.      Efisiensi produksi

e.       Kerugian akibat breakdown

 

II. Dasar Teori

2.1 Definisi Management Alat Berat

 

     Management  Alat berat  juga disebut Equipment Management (EM) merupakan suatu proses menejemen terhadap semua aspek alat berat hidupnya mulai dari proses pemilihan sampai peremajaan. Alat berat yang dimiliki oleh  pelanggan adalah benda produksi. Pelanggan tersebut untuk dipergunakan menghasilkan suatu hasil atau output yang ekonomis. Seringkali alat berat yang dimiliki oleh pelanggan merupakan alat yang  dipergunakan oleh pelanggan dalam menjalankan bisnisnya. Sehingga alat berat yang dioperasikan memiliki peran yang sangat menentukan dalam untung ruginya dijalankan.

Alasan kenapa kita harus mengelola alat berat yang dimiliki selalu berpusat pada pokok yaitu bagaimana kita bisa mendapatkan keuntungan yang sebesar - besarnya buat  pengoperasian alat berat yang kita miliki.

Terdapat dua hal mendasar yang menentukan apakah keuntungan atau kerugian didapat oleh pemilik alat berat, Dua hal tersebut adalah :

·          Produksi(Ton, kWH, M3, dlsb)

·          Biaya kepemilikan (Rp)

Apabila jumlah nominal hasil produksi lebih besar dari biaya maka selisih yang  dikatakan sebagai margin atau selisih yang disebut sebagai profit

Apabila yang terjadi adalah sebaliknya dimana secara nominal biaya lebih besar dibandingkan dengan nominal produksi maka selisih yang ada bisa dikategorikan sebagai kerugian.

Tidak ada mesin maupun peralatan yang mampu berproduksi selamanya, beberapa mampu bertahan atau bekerja sesuai standar operasional. Kebutuhan pemeliharaan umumnya juga didasarkan pada prediksi kegagalan nyata atau standar idealnya. Kurva “Bathtub” 




(Gambar 2.1)

Gambar 2.1 Curva Bathtub

yang signifikan. Hal ini juga umumnya disetujui bahwa praktek praktek pemeliharaan luar biasa yang mencakup unsur-unsur pencegahan dan prediktif dapat memperpanjang periode ini. Periode kegagalan (wear-out) dicirikan dengan tingkat kegagalan yang cepat meningkat mengikuti waktu. Kegagalan pada periode ini dikarenakan buruknya perawatan dan atau telah melampui umur efektif alat. Setiap kali kita gagal dalam melakukan kegiatan pemeliharaan

2.2 Aspek Pemeliharaan

Agar pemeliharaan peralatan kesehatan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya maka unit kerja pemeliharaan peralatan . perlu dilengkapi dengan  aspek-aspek pemeliharaan yang berkaitan dan memadai, meliputi

 1. Sumber Daya Manusia

2. Anggaran Pemeliharaan

3. Fasilitas Bengkel Kerja

4. Suku Cadang

5. Kegiatan Pemeliharaan

6. Dokumen Kegiatan Pemeliharaan

 

2.3 Bencmarking

        Saat ini banyak para praktisi perawatan menggunakan benchmark sebagai alat untuk mengukur  keefektifan system menejemen perawatan yang sedang mereka jalankan benchmark sendiri sebenarnya adalah target atau tujuan, tetapi kecenderungan yang terjadi sekarang ini adalah menggunakan angka benchmark sebagai pengukuran nilai aktual atau merupakan nilai dari suatu perhitungan berdasarkan atas sekelompok data yang telah dikumpulkan. bencmark sering digunakan untuk mengukur unjuk kerja suatu proses secara internal, walaupun sesungguhnya benchmark juga dapat digunakan untuk membuat perbandingan dengan proses serupa pada perusahaan lain. Jumlah benchmark yang bisa digunakan meningkat secara signifikan pada beberapa tahun terakhir ini dan beberapa perusahaan tambang bahkan menggunakan benchmark yang sama untuk mengukur unjuk kerja proses yang mereka jalankan.

sebagai parameter yang diukur dengan target suatu benchmark tertentu, hendaknya bench tersebut akan memberikan pengaruh pada hasil akhir proses yang dilakukan. Dengan berbagai benchmark yang ditetapkan oleh perusahaan untuk dicapai semuanya tentu bermuara keuntungan bagi perusahaan

 

2.3.1 Mechanical  Availability

Mechanical avalability (MA) atau kesiapan unit untuk beroperasi , dan telah lama sebagai benchmark pada industri pertambangan. Mechanical availability biasa dihitung

 

 

Mechanical availability digunakan oleh bagian produksi untuk menentukan perbandingan antara jam kerja unit (jam kerja aktual machine) dengan iam downtime (saat machine tidak bisa bekerja dikarenakan masalah mekanis). Bagian produksi secara rutin akan mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk mengukur kedua faktor tersebut.

Dua benchmark lainnya yang cukup sering di adopsi dan menyediakan indikator yang bermanfaat adalah "Mean Time between Stoppages" dan "Mean Time to Repair".

 

2.3.2 Utilisasi dari Availability

Adalah ukuran waktu machine beroperasi dibagi dengan waktu kemampuan machine beroperasi, yang diekspresikan dalam presentase. Pengukuran ini adalah pengukuran waktu sesungguhnya machine beroperasi termasuk produksi delay juga ikut dihitung. Dibagi dengan waktu sesungguhnya machine beroperasi ditambah stand by hours dan production delay. Dari rumusan tersebut sebenarnya adalah agar setiap user mengetahui besaran stand by hour yang telah digunakan oleh bagian production ataupun operation.

Utilisasi dari availability rumusnya sebagai berikut:

 

 

2.4 Biaya Pemilikan

     Biaya Pemilikan adalah biaya yang dikeluarkan untuk dapat memiliki peralatan. Ada beberapa komponen harga didalam biaya pemilikan yang meliputi :

 

2.4.1 Harga Pokok Peralatan

Harga pokok peralatan dalam pengadaan peralatan ada bebrapa istilah mengenai harga pemilikan peralatan diantaranya adalah :

a. Harga FOB (Free on Board).

b. Harga CIF

c. Harga agen tunggal

 

2.4.2 Biaya Penyusutan (Depreciation)

Biaya Penyusutan adalah besar biaya modal yang hilang untuk suatu peralatan yang disebabkan umur pemakaian. Untuk menghitung biaya tersebut di atas harus diketahui terlebih dahulu umur ekonomis dari peralatan tersebut.

Ada tiga cara guna menentukan nilai harga penyusutan :

a. Staight Line.

b. Sum Of The Years Digits

c. Double Decling Balance

 

 

2.4.3 Nilai Sisa (salvage value)

Salvage value adalah nilai sisa dari peralatan/machine yang digunakan hingga akhir dari masa guna machine tersebut

 

2.5 Biaya Operasi (Operation Cost)  Biaya operasi yang dimaksudkan disini adalah termasuk biaya – biaya untuk :               

2.5.1 Pemeliharaan / Perbaikan Kecil.

     Termasuk biaya service peralatan, suku cadang dan bahan-bahan lainnya yang diperlukan.

 

2.5.2 Pemakaian Bahan Bakar

     Pemakaian bahan bakar per jam, tertanggung dari daya mesin (PK) dan jenis bahan bakar yang digunakan jika diketahuai jumlah konsumsi total pemakaian pada machine .

 

2.5.3 Pemakaian Minyak Pelumas

     Pemakaian minyak dapat diketahui dari perhitungan inteval perawatan dari penggantian minyak, penggantian minyak berdasarkan pabrik pembuat dari peralatan tersebutDapat dihitung dengan menggunakan rumus umum:

Dimana :

 H  = Pemakaian minyak hidrolis ( 1 / jam )

C   =  Kapasitas (isi) pada sistem (liter)

 T = Jangka waktu penggantian minyak Hidrolis ( jam )

2.5.4 Pemakaian Ban

Umur bervarisi dengan pabrik pembuatnya dan tergantung dari bahan/ materal yang dipergunakan untuk membuat ban. Dengan demikian maka umur ban kemungkinan tergantung pada kondisi dilapangan secara rata-rata

Ø  Ringan : Peralatan bervariasi pada jalan yang terawat baik, yaitu jalan tanah atau pasir dan keausan ban adalah normal.

Ø  Sedang : Peralatan beroperasi pada jalan dengan permukaan batu kerikil bercampur dengan batu pecah, dimana keausan ban adalah normal.

Ø     Berat : Peralatan beroperasi pada jalan dengan permukaan batu pecah, yang menyebabkan keausan ban dan memungkinkan ban sering mengalami pecah.

2.5.5 Biaya Operator dan Mekanik

Biaya operator atau mekanik, tergantung kepada jenis pekerjaan dan pengaturan penggajian yang telah ditentukan. Faktor – faktor yang dapat diperhitungkan adalah :

 Gaji Operator

-     Gaji Pembatu Operator

-     Gaji Mekanik

 

III. Metodologi Penelitian Dan Pengumpulan Data

3.1 Diagram  Alir  Penelitian

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


3.2.Tempat dan Waktu Penelitian

Tempat  Penelitian Pada penelitian dilakukan tahapan-tahapan penelitian, dengan tujuan agar didapatkan hasil yang akurat. Penelitian dilakukan di PT. X  yang membuat produk semen yang berlokasi didaerah citeureup dan lokasi tambang di Quaary D.

Ø  Waktu  Penelitian

Waktu Penelitian perencanaan efektifitas  biaya perawatan alat berat  pada  PT. X pada unit OHT 775F s/n DLS00983 sebagai studi kasus Pada PT. X adalah akhir bulan  April s/d Juni 2013.

3.3.            Metode  Penelitian

Metode yang akan dipakai untuk menyelesaikan permasalahan yang menjadi objek studi adalah sebagai berikut:

1.   Metode wawancara

Yaitu metode yang digunakan oleh penulis dengan cara mewawancarai karyawan yang bekerja di PT. X Citeureup

2.   Metode studi literatur

Yaitu metode yang digunakan oleh penulis dengan cara membaca literature-literatur dari pustaka, jurnal ilmiah, makalah, dan paper dari internet.

3.   Metode Observasi

Observasi langsung, melakukan pengamatan terhadap prosedur dan pengambilan keputusan yang berkaitan dengan perawatan unit  antara lain melakukan peninjauan dokumen dan catatan.

3.4.            Teknik  Pengumpulan  Data  dan  Pengolahan  Data

 

Ø  Teknik  Pengumpulan  Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :

Tahap I   :              Kegiatan melihat permasalahan di PT. X Citeureup. Tujuannya adalah untuk memperoleh data yang pasti mengenani kejadian kerusakan unit

Tahap II  :        Kegiatan penggunaan referensi dari pabrik pembuat unit OHT 775F Tujuannya adalah melihat aspek-aspek yang ada kaitannya dengan kerusakan unit untuk dianalisa pada PT. X Citeureup.

 

Ø  Pengolahan  Data

Pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :

a.   Pengolahan data dilakukan  setelah Pengambilan data kerusakan unit dan scedule perawatan unit di PT. X Citeureup.

b.   Pengolahan data dilakukan setelah hasil mempertimbangkan penggunaan literatur dan manual book dari pabrik pembuat.

 

 


Komentar